Exportir arang briket yang berasal dari negara kita Indonesia ke Arab Saudi belum mengalami tahap kenaikan signifikan didandingkan taun lalu. Bagi Anda yang belum tau apa itu arang briket, briket merupakan arang dari batok atau tempurung  kelapa yang banyak  dicari serta diperjual belikan yang penjualannya  sampai ke pasar-pasr luar negeri, Meskipun ang briket ini merupakan limbah, tetapi hasil dari arang dan cairan asap yang biasa disebut liquid smoke-nya ini berpeluang besaruntuk diekspor kenegara China dan Amerika. Siapa yang bisa menyangka tempurung kelapa yang sudah diolah ini bisa menjadi briket yang dapat menembus pasar ekspor, luar biasa bukan. Tentu bila kita tau keuntungan dari bisnis export briket tempurung kelapa ini bukan suatu nilai yang kecil. Briket tempurung kelapa yang berasal dari Indonesia ini banyak dipilih negara-negara luar sebagai bahan bakar. Hal ini dikarenakan memiliki energi anatar 7.340 kalori sehingga mampu untuk menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan briket yang berasal dari arang kayu umumnya.

Keuntungan untuk mereka pembisnis Exportir arang briket dari Indonesia ini rata-rata  bisa mengantongi omset kurang lebih sekitar Rp. 80.000.000,- sampai Rp. 100.000.000,-juta per bulan. Kebayakan mereka para pengusaha arang briket ini menjual briketnya ke pasar-pasar luar negeri. Sebanyak 80% untuk diekspor, 20% lainya untuk pasar lokal. Sebenarnay disini untuk  membuat  briket dari tempurung kelapa yang laku dan laris di pasaran eksport,  memang harus memiliki banayk persyaratan yang sulit dan ketat. Salah satu syaratnya  adalah bahan baku utama briket yaitu yang kita kenal dengan  tempurung kelapa ini benar-benar harus  bebas dari yang namanya serat kulit kelapa. Jika saat pembakaran masih terdapat serat atau kulit kelapa, maka arang batok ini  tidak bisa dan sulit  terbakar sempurna. Arang dari batok kelapa banyak terbuat dari batok-batok kelapa yang diproses melalui cara pembakaran. Pembakarannyapun menggunakan cara oven dan  juga dengan cara pembakaran. Pembuatan dari arang batok kelapa ini masih menggunakna cara tradisional. Atau dipakar dengan kayu, bukan denagn mesin.

Bila dari tadi kita membicarakan peluang bisnis Exportir arang briket, agar lebih jelasnya mari kita simah bagimana pembuatan arang ini sehingga Indonesia mampu mengexport arang hingga keluar negeri. Berikut cara pembuatannya yang dilakukan secara pembakaran trdisional:

 

  1. Lobang atau biasa disebut dapur pengarangan yang sudah ada, diisi dengan tempurung kelapa hingga kurang lebih setinggi 30 cm, kemudian tempurung tersebut dibakar. Bila dirasa lapisan tempurung yang tadi dimasukkan ini mulai terbakar sempurna, lalu dimasukkan lagi temprung kelapa yang baru diatasnya hingga setinggi pemasukan yang pertama. Hal seperti ini akan dilakukan terus menerus hingga ruangan atau lobang terisi penuh dengan temprurung kelapa. Setelah semua terbakar sempurna, lobang/dapur pembakaran yang digunakan untuk membakar tadi ditutup rapat-rapat agar masil maksimal. Bila prosesnya menggunakan lubang pembakaran seperti ini, maka diatas penutup bisa ditambahkan denagn tanah agar  penutupan lubang menjadi lebih rapat.
  2. Untuk proses selanjutnya, di bagian tengah lobang/dapur pengarangan tadi, diletakkanlah bambu atau kayu yang berdiameter sekitar (diameter 15-20 cm) secara tegak lurus dan menjulang tinggi. Setelah itu kemudian bambu tersebut diisikan tempurung kelapa hinggapenuh langkah selanjutnya balok kayu atau bambu yang tadi ditancapkan kemudian dicabut secara perlahan-lahan dan harus dengan sangat hati-hati sehingga pada bagian tengah lobang pengarangan tadi kemudian akan terbentuk lobang kecil. Selanjutnya di dasar lobang kecil ini kemudian akan dimasukkan sebuah sabut atau daun-daun yang dibasahi dengan minyak tanah, tahap selanjtnya daun atau serabut tersebut kemudian dibakar lagi. Tempurung kelapa yang sudah menjadi arang akan terbakar lagi dari dasar, lalu kemudian akan terus merambat ke atasnya. Kemudian setelah semua tempurung kelapa terbakar sempurna, lubang pengarangan dapat ditutup dengan rapat dan harus serapat mungkin. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan asap dari sisa-sia pemakaran, biaanya 2 kali sehari tutup ini akan di buka. Proses pengarangan seperti ini bisa  berlangsung 5-7 hari.

 

Demikian tadi adalah sedikit banyak ulasan mengenai Exportir arang briket yang ada di Indonesia. Dan pastikan Anda untuk bangga menjadi warga Indonesia, Semoga bermangaat.

Bisnis Exportir Arang Briket Dan Cara Pembuatannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.